
TAPANULI TENGAH (Target Sumut ) – Gema prosesi wisuda Angkatan ke-XXIII Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga–Tapanuli Tengah yang berlangsung di Ballroom PIA Hotel Pandan, Kamis (29/01/2026), menjadi saksi sejarah lahirnya 205 intelektual baru. Bukan sekadar seremoni simbolis pemindahan kuncir toga, acara ini menjadi ajang pembuktian STIE Al-Washliyah sebagai episentrum pendidikan ekonomi terbaik di Pantai Barat Sumatera Utara. Sejak pagi, suasana haru bercampur bangga meny
KETERANGAN FOTO: Suasana khidmat Wisuda Sarjana Angkatan XXIII STIE Al-Washliyah Sibolga-Tapteng di Ballroom PIA Hotel Pandan. Tampak Rektor Dr. Mansur Tanjung bersama Staf Ahli Pemko Sibolga Bustanul Arifin dan jajaran tokoh nasional PB Al-Washliyah saat
KETERANGAN FOTO: Suasana khidmat Wisuda Sarjana Angkatan XXIII STIE Al-Washliyah Sibolga-Tapteng di Ballroom PIA Hotel Pandan. Tampak Rektor Dr. Mansur Tanjung bersama Staf Ahli Pemko Sibolga Bustanul Arifin dan jajaran tokoh nasional PB Al-Washliyah saat memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan terbaik.
TAPANULI TENGAH (Target Sumut ) – Gema prosesi wisuda Angkatan ke-XXIII Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga–Tapanuli Tengah yang berlangsung di Ballroom PIA Hotel Pandan, Kamis (29/01/2026), menjadi saksi sejarah lahirnya 205 intelektual baru. Bukan sekadar seremoni simbolis pemindahan kuncir toga, acara ini menjadi ajang pembuktian STIE Al-Washliyah sebagai episentrum pendidikan ekonomi terbaik di Pantai Barat Sumatera Utara.
Sejak pagi, suasana haru bercampur bangga menyelimuti lokasi acara. Sebanyak 205 mahasiswa dari berbagai latar belakang resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi (S.E.), siap diterjunkan untuk menjawab tantangan zaman yang kian kompetitif.
Rektor Institut Bisnis dan Teknologi Al-Washliyah (IBTA) Sibolga–Tapanuli Tengah, Dr. Mansur Tanjung, SE, MM, dalam pidato laporannya menegaskan bahwa kampus ini terus bertransformasi. Menurutnya, 205 lulusan yang dilepas hari ini bukan sekadar angka, melainkan kualitas yang telah teruji melalui kurikulum berbasis kompetensi dan penguatan karakter moral.
"Kami menyadari bahwa dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar ijazah. Oleh karena itu, STIE Al-Washliyah secara konsisten memperbarui metode pembelajaran agar relevan dengan digitalisasi ekonomi. Kami membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis data, manajemen strategis, hingga etika bisnis berbasis nilai religius," ujar Dr. Mansur dalam sesi wawancara mendalam.
Beliau juga menambahkan bahwa STIE Al-Washliyah kini menjadi tujuan utama bagi masyarakat di wilayah Sibolga, Tapteng, hingga kabupaten tetangga karena reputasi kelulusannya yang cepat terserap di pasar kerja. "Kami adalah jembatan bagi anak-anak muda daerah untuk mencapai level nasional tanpa harus meninggalkan akar budaya mereka," tegas sang Rektor.
Sebelumnya Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi berpesan agar para Wisudawan untuk ikut serta memulihkan kondisi masyarakat. Ilmu yang didapat dari perkuliahan sangat dibutuhkan untuk memulihkan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, pengelolaan keuangan yang baik, serta pengembangan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Kami berharap sesudah ini, para wisudawan tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi tetapi juga ikut berkontribusi baik itu bidang usaha, dunia kerja, pengabdian sosial, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah,” kata Mahmud Efendi
Ia mengatakan, Pemkab Tapteng senantiasa membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda karena kami percaya daerah yang maju adalah daerah yang mampu meningkatkan potensi putra putri daerahnya.
Mewakili Wali Kota Sibolga, Bustanul Arifin, S.T., M.M. (Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik), hadir memberikan testimoni mengenai peran vital kampus ini. Dalam pandangan pemerintah, kehadiran perguruan tinggi berkualitas seperti STIE Al-Washliyah adalah kunci utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Pemerintah Kota Sibolga tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun ekonomi daerah. Kita butuh asupan pemikiran segar dari akademisi. Lulusan STIE Al-Washliyah selama ini telah terbukti mengisi pos-pos penting, baik di birokrasi, perbankan, hingga sektor UMKM yang menjadi tulang punggung kota kita," ujar Bustanul.
Lebih lanjut, Bustanul menyoroti aspek filosofis yang menyentuh hati para hadirin. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan para wisudawan adalah perayaan atas filosofi Hasangapon (Kehormatan).
"Melihat wajah-wajah orang tua di ruangan ini, saya teringat semboyan 'Anakku adalah Kekayaanku'. Ini bukan soal materi, tapi soal martabat. Para orang tua di pesisir ini rela bekerja keras demi melihat anaknya menyandang gelar sarjana. Hari ini, STIE Al-Washliyah mengembalikan martabat dan kehormatan keluarga-keluarga tersebut," tambahnya dengan nada haru.
Prestise acara ini semakin kokoh dengan kehadiran jajaran petinggi Pengurus Besar (PB) Al-Washliyah dari Jakarta. Kehadiran Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, MM (Ketua Umum) dan Dr. Ir. H. Amran Arifin, MM, MBA (Sekjen) memberikan sinyal kuat bahwa STIE Al-Washliyah Sibolga-Tapteng berada dalam pengawasan dan dukungan jaringan organisasi berskala nasional.
Selain itu, kehadiran Akhmad Subhan, SE dari LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara memastikan bahwa tata kelola akademik STIE Al-Washliyah telah memenuhi standar mutu perguruan tinggi yang ditetapkan negara. Hal ini memberikan rasa aman bagi para lulusan bahwa ijazah yang mereka pegang memiliki legalitas dan daya saing yang diakui secara luas.
Wisuda ke-XXIII ini ditutup dengan harapan besar. Para lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi, terutama dalam memaksimalkan potensi kelautan dan perdagangan yang menjadi ciri khas wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Dengan fasilitas yang terus diperbarui, tenaga pengajar yang kompeten, dan jaringan alumni yang solid, STIE Al-Washliyah Sibolga-Tapteng kini bukan lagi sekadar kampus daerah, melainkan mercusuar ilmu pengetahuan yang siap menyinari masa depan pesisir barat Sumatera Utara. (red)