
Enam Minggu Mengabdi, Mahasiswa KKN UNIMED Hadirkan Sepuluh Program untuk Desa Sialang Buah
Enam Minggu Mengabdi, Mahasiswa KKN UNIMED Hadirkan Sepuluh Program untuk Desa Sialang Buah
Enam Minggu Mengabdi, Mahasiswa KKN UNIMED Hadirkan Sepuluh Program untuk Desa Sialang Buah Keterangan Foto :
Medan SIALANG BUAH, (TargetSumut) — Enam minggu bukanlah waktu yang panjang, tetapi bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Medan (UNIMED), waktu tersebut menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Desa Sialang Buah, Senin (7/9/2026) Pagi.
Tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, para mahasiswa menjalankan sepuluh program kerja yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan desa. Program-program tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, literasi, pelestarian seni budaya, pengembangan wisata, pemberdayaan UMKM, hingga kebersihan lingkungan.
Kegiatan KKN ini mengusung tema “KKN Berdampak: Optimalisasi Pembangunan Desa melalui Sinergi Berkelanjutan”, dengan subtema optimalisasi potensi desa melalui sinergi pendidikan, wisata, dan wirausaha berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat agar manfaat program dapat terus dirasakan setelah mahasiswa meninggalkan desa.
Berbagai kegiatan kemudian dilaksanakan dengan menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga. Mulai dari mendampingi anak-anak belajar, memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan bullying, menghidupkan ruang literasi, mendampingi kegiatan mengaji, membantu promosi potensi wisata secara digital, memberikan pelatihan pengolahan hasil laut, hingga mengajak masyarakat menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Bagi mahasiswa, kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya tentang menjalankan program yang telah disusun. KKN menjadi ruang untuk melihat secara langsung berbagai potensi dan persoalan yang ada di desa, kemudian mencoba memberikan solusi melalui kegiatan yang sederhana, praktis, dan dapat diterapkan bersama masyarakat.
Menanamkan Kesadaran Sejak Bangku Sekolah
Salah satu perhatian utama mahasiswa KKN UNIMED diarahkan kepada anak-anak usia sekolah dasar. Pendidikan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kualitas generasi desa, sehingga sejumlah program dirancang khusus untuk mendampingi proses belajar anak-anak.
Melalui program BERAKSI (Bersama Anak Sialang Buah, Sehat Tanpa Narkoba, Stop Bullying, Semangat Sekolah), mahasiswa memberikan sosialisasi kepada siswa kelas 4 hingga 6 mengenai bahaya narkoba dan pentingnya mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin satu kali dalam seminggu, menyesuaikan jadwal sekolah, sejak minggu ketiga hingga minggu kelima pelaksanaan KKN.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengenalan bahaya narkoba, tetapi juga mengajak anak-anak memahami pentingnya menghormati dan menghargai orang lain. Dengan demikian, pendidikan yang diberikan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diarahkan pada pembentukan sikap dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mulai mampu menjelaskan kembali bahaya narkoba dan dampak bullying. Mereka juga mulai menunjukkan sikap yang lebih menghargai teman-temannya.
Di sisi lain, mahasiswa juga memberikan perhatian kepada siswa kelas 1 hingga 3 melalui program Sahabat Belajar. Program ini berfokus pada pendampingan literasi dan numerasi dasar.
Anak-anak mendapatkan pendampingan untuk mengasah kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Kehadiran mahasiswa dalam proses belajar diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang lebih dekat dan menyenangkan bagi anak-anak.
Belajar, Mengaji, dan Menumbuhkan Minat Baca
Semangat pendidikan kemudian dilanjutkan melalui program Belajar, Mengaji, Berprestasi yang berlangsung sejak minggu kedua hingga minggu kelima.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar mengaji Iqro dan Al-Qur’an, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk mengulang kembali pelajaran sekolah bersama mahasiswa KKN.
Kegiatan belajar yang dipadukan dengan mengaji tersebut menjadi salah satu upaya untuk menciptakan aktivitas positif bagi anak-anak selama masa KKN. Anak-anak dapat memperoleh pendampingan dalam pendidikan sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Upaya meningkatkan budaya membaca juga diwujudkan melalui Ruang Ciluk: Ceria Literasi Untuk Kita.
Ruang tersebut dirancang sebagai tempat yang membuat anak-anak lebih dekat dengan buku melalui kegiatan mendongeng, membaca nyaring, dan permainan edukatif. Konsep tersebut menjadikan aktivitas literasi tidak sekadar membaca buku, tetapi juga menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak.
Sementara itu, kebutuhan pendampingan membaca bagi siswa yang masih mengalami kesulitan mendapat perhatian melalui program Pemberantasan Buta Aksara di SD Negeri 107443 Kampung Taiwan.
Program tersebut ditujukan kepada siswa kelas 4 hingga 6 yang masih membutuhkan pendampingan dalam kemampuan membaca. Kegiatan dilaksanakan sejak minggu keempat hingga minggu keenam masa KKN.
Seni Budaya Menjadi Bagian dari Pendidikan Anak
Pendidikan yang diberikan mahasiswa KKN tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Seni dan budaya juga menjadi bagian dari kegiatan yang melibatkan anak-anak Desa Sialang Buah.
Bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), mahasiswa KKN mendampingi anak-anak dalam latihan tari tor tor. Tarian tersebut dipersiapkan untuk ditampilkan dalam lomba di Universitas Sumatera Utara.
Latihan dilakukan setiap sore selama minggu kedua dan ketiga. Selama proses latihan, mahasiswa mendampingi anak-anak dalam menghafal gerakan hingga membentuk penampilan kelompok yang kompak.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar seni sekaligus membangun rasa percaya diri dan kekompakan melalui kegiatan bersama. Pada akhir pendampingan, anak-anak mampu menghafal gerakan dan menampilkan tari secara berkelompok dengan kompak.
Membawa Potensi Wisata Desa ke Dunia Digital
Desa Sialang Buah memiliki potensi wisata pesisir yang turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan KKN. Untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas, mahasiswa menjalankan program E-Tourism Sialang Buah.
Program ini memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi wisata. Pada minggu ketiga pelaksanaan KKN, mahasiswa melakukan pembaruan informasi melalui Google Maps dan Google Business, termasuk mengunggah foto dan video terbaru mengenai tempat wisata setempat.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan visibilitas wisata Desa Sialang Buah di ruang digital. Dengan informasi yang lebih mutakhir, masyarakat dari luar desa diharapkan dapat lebih mudah menemukan dan mengenali potensi wisata yang dimiliki Sialang Buah.
Program tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan desa tidak hanya dapat dilakukan melalui pembangunan fisik. Di tengah perkembangan teknologi digital, pengenalan potensi desa melalui internet juga dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas jangkauan informasi mengenai desa.
Ikan Belukang Diolah Menjadi Peluang Usaha
Selain wisata, potensi ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian mahasiswa KKN. Sebagai desa pesisir, Sialang Buah memiliki hasil laut yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Melalui program Pemberdayaan UMKM Melalui Inovasi Pengolahan Bakso Ikan Belukang, mahasiswa memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK mengenai cara mengolah ikan belukang menjadi produk bakso.
Ikan belukang merupakan salah satu hasil laut yang mudah ditemukan di desa pesisir tersebut. Melalui pengolahan, bahan pangan tersebut tidak hanya dikonsumsi sebagai hasil tangkapan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Pelatihan dilaksanakan pada minggu keempat. Selain mempraktikkan proses pengolahan, ibu-ibu PKK juga diberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran sederhana.
Harapannya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan produk olahan ikan sebagai peluang usaha rumahan yang berkelanjutan.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat dikembangkan dari sumber daya yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat. Dengan inovasi dan keterampilan pengolahan yang tepat, hasil laut dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Gerakan Sehat Menguatkan Kebersamaan Warga
Tidak hanya pendidikan dan ekonomi, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi bagian dari program KKN.
Melalui Gerakan Sehat, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan sejak minggu pertama hingga minggu keenam. Kegiatan dilakukan di setiap dusun dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Agenda yang dilaksanakan antara lain senam pagi, gotong royong membersihkan lingkungan, serta kegiatan bersama lansia yang disertai pemeriksaan kesehatan dan gizi.
Kegiatan tersebut tidak hanya mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat interaksi dan kebersamaan antarwarga. Masyarakat dapat berkumpul, beraktivitas, dan bekerja sama dalam menjaga lingkungan serta kesehatan bersama.
Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa program KKN dapat menjadi ruang kolaborasi. Mahasiswa tidak hanya datang membawa program, tetapi ikut terlibat bersama masyarakat dalam menjalankan kegiatan yang berkaitan langsung dengan kehidupan warga.
Mengatasi Persoalan Sampah dengan Fasilitas yang Lebih Tertata
Persoalan lingkungan juga menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan KKN. Melalui Program Desa Bersih dan Inovasi Tempat Pembakaran Sampah, mahasiswa bersama warga berupaya menghadirkan solusi terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.
Program tersebut dilaksanakan sejak minggu kedua hingga minggu kelima. Mahasiswa bekerja sama dengan masyarakat untuk merancang, membuat, dan menyediakan tempat pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan serta minim polusi di setiap dusun.
Kegiatan ini menjadi respons terhadap keluhan masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang sebelumnya masih dilakukan secara seadanya. Sebagian sampah dibakar sembarangan atau dibiarkan menumpuk sehingga berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan.
Dengan adanya tempat pembakaran yang lebih tertata, masyarakat di setiap dusun kini memiliki fasilitas yang lebih layak. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mendorong kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Persoalan sampah memang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyediakan fasilitas. Karena itu, perubahan kebiasaan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting agar upaya menjaga kebersihan dapat terus berjalan setelah program KKN selesai.
Dari Program KKN Menjadi Gerakan Berkelanjutan
Sepuluh program kerja yang dijalankan mahasiswa KKN UNIMED di Desa Sialang Buah memperlihatkan beragam bentuk pengabdian yang dapat dilakukan di tengah masyarakat.
Program pendidikan membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar. Kegiatan literasi membuka ruang bagi mereka untuk semakin dekat dengan buku. Edukasi bahaya narkoba dan bullying menanamkan kesadaran sejak usia sekolah. Pendampingan tari tor tor memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar seni dan membangun kekompakan.
Di bidang ekonomi, pengolahan ikan belukang menjadi bakso membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan hasil laut sebagai produk bernilai jual. Sementara di sektor wisata, pemanfaatan platform digital menjadi langkah untuk memperkenalkan potensi pesisir Desa Sialang Buah kepada masyarakat yang lebih luas.
Pada sisi kesehatan dan lingkungan, senam, gotong royong, pemeriksaan kesehatan lansia, hingga penyediaan tempat pembakaran sampah menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan desa yang lebih sehat dan tertata.
Keseluruhan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perubahan di tingkat desa dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Mengajari seorang anak membaca, menemani anak belajar, membantu lansia memeriksa kesehatan, mengajak warga bergotong royong, hingga membantu ibu-ibu PKK melihat peluang usaha baru merupakan bentuk kontribusi yang dapat memberikan manfaat ketika dilakukan secara bersama-sama.
Meninggalkan Program, Mewariskan Semangat
Berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhir pula semangat pembangunan yang telah dibangun bersama. Selama enam minggu, mahasiswa dan masyarakat Desa Sialang Buah telah membentuk sebuah hubungan kerja sama melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara langsung.
Harapan terbesar dari seluruh program tersebut adalah agar masyarakat dapat melanjutkan kegiatan secara mandiri setelah mahasiswa kembali ke kampus. Keberlanjutan menjadi bagian penting agar manfaat yang telah dibangun tidak hanya terasa selama enam minggu, tetapi dapat berkembang dalam jangka panjang.
Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi Desa Sialang Buah untuk terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, terutama dalam bidang pendidikan, wisata, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, KKN bukan hanya tentang mahasiswa yang datang ke desa untuk menjalankan program. Lebih dari itu, KKN menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan yang diperoleh di bangku perguruan tinggi dengan pengalaman dan kearifan masyarakat.
Di Desa Sialang Buah, enam minggu pengabdian menjadi perjalanan tentang bagaimana sebuah perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil: sebuah buku yang dibaca, sebuah pelajaran yang dipahami, sebuah gerakan tari yang dihafalkan, sebuah produk yang diolah, sebuah lingkungan yang dibersihkan, dan sebuah kebersamaan yang terus dijaga.
Dari langkah-langkah sederhana itulah, harapan untuk desa yang lebih maju dapat terus tumbuh.
Mahasiswa datang membawa ilmu, masyarakat membuka ruang untuk belajar, dan keduanya bertemu dalam semangat gotong royong untuk menciptakan perubahan yang berdampak.(uki)