
Keterangan Foto: Petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga saat memberikan edukasi tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM) kepada siswa SMA Negeri 1 Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (11/8/2026).
Keterangan Foto: Petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga saat memberikan edukasi tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM) kepada siswa SMA Negeri 1 Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (
TAPANULI TENGAH (TL)– Bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM) menjadi perhatian serius Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga. Pencegahan dilakukan dengan memperkuat edukasi kepada generasi muda, salah satunya melalui sosialisasi di lingkungan sekolah.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga menggelar sosialisasi bahaya TPPO dan TPPM di SMA Negeri 1 Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Sorkam ini dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti para siswa. Sosialisasi dilaksanakan petugas pada Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim), dipimpin Penelaah Teknis Kebijakan, Manaor Pardede.
Materi disampaikan Junaidi Doloksaribu dengan mengajak para pelajar mengenali berbagai modus yang digunakan pelaku TPPO maupun TPPM.
Para siswa diberikan pemahaman bahwa tawaran pekerjaan di luar negeri dengan gaji tinggi, proses keberangkatan cepat, maupun janji kehidupan yang lebih baik tidak selalu seperti yang disampaikan. Tawaran semacam itu perlu ditelusuri dan dipastikan legalitasnya sebelum diikuti.
Terlebih, perkembangan media sosial membuat informasi mengenai pekerjaan dan keberangkatan ke luar negeri dapat tersebar dengan sangat cepat. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku untuk mencari dan mendekati calon korban.
Penelaah Teknis Kebijakan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga, Manaor Pardede, mengatakan edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk membangun kewaspadaan generasi muda.
“Jangan mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri, apalagi jika menjanjikan penghasilan besar tetapi prosesnya tidak jelas. Pastikan seluruh informasi dan proses keberangkatan melalui jalur resmi,” kata Manaor.
Menurutnya, calon pekerja migran maupun masyarakat yang hendak bepergian ke luar negeri harus memahami dokumen dan prosedur keimigrasian serta memastikan pihak yang menawarkan pekerjaan memiliki legalitas.
“Keinginan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Guru Olahraga SMA Negeri 1 Sorkam, Sanggam Simanjuntak. Usai pemaparan materi, para siswa mengikuti sesi tanya jawab secara interaktif.
Sejumlah siswa turut menyampaikan pertanyaan terkait cara mengenali modus TPPO dan TPPM serta tindakan yang harus dilakukan apabila menemukan tawaran pekerjaan atau keberangkatan ke luar negeri yang mencurigakan.
Imigrasi Sibolga berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat sehingga kesadaran terhadap bahaya TPPO dan TPPM semakin luas.
Pencegahan TPPO dan TPPM membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dengan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin berani menolak tawaran ilegal dan melaporkan indikasi perdagangan orang maupun penyelundupan migran kepada pihak berwenang.