PACIFIC PARTNERSHIP 2026 HADIRKAN PELAYANAN KESEHATAN DAN PELATIHAN MEDIS DI ENAM PUSKESMAS SIBOLGA–TAPANULI TENGAH

Program Pelayanan Kesehatan Keliling (Medical Outreach Program) dalam rangka Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 resmi dimulai di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, Senin (27/7/2026). Kegiatan kemanusiaan yang melibatkan tenaga kesehatan dari Indonesia dan negara-negara mitra ini dilaksanakan secara serentak di enam puskesmas sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat silarurahmi.

Saat di Puskesmas Sambas dan aek habil Kota Sibolga

PACIFIC PARTNERSHIP

SIBOLGA (Target Sumut.com )– Program Pelayanan Kesehatan Keliling (Medical Outreach Program) dalam rangka Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 resmi dimulai di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, Senin (27/7/2026). Kegiatan kemanusiaan yang melibatkan tenaga kesehatan dari Indonesia dan negara-negara mitra ini dilaksanakan secara serentak di enam puskesmas sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang medis.

Enam puskesmas yang menjadi lokasi kegiatan meliputi Puskesmas Pelabuhan, Puskesmas Pinangsori, Puskesmas Aek Habil, Puskesmas Sibolga Sambas, Puskesmas Aek Parombunan, dan Puskesmas Pandan. Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tim medis Pacific Partnership juga melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan bagi tenaga kesehatan setempat.

Tim kesehatan Amerika Serikat yang tergabung dalam misi kemanusiaan multinasional Pacific Partnership 2026 hadir dengan fokus pada pertukaran pengetahuan medis, pelatihan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi bencana, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.

Salah satu kegiatan berlangsung di Puskesmas Aek Habil, di mana tim Pacific Partnership memberikan edukasi kesehatan mengenai Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi tersebut membahas teknik pertolongan darurat untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti jantung atau henti napas.

Para pegawai Puskesmas Aek Habil tampak antusias mengikuti pelatihan dengan mempelajari teori, mencoba peralatan, hingga mempraktikkan langsung teknik CPR di bawah bimbingan tim medis Pacific Partnership.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan, sekaligus menjadi sarana berbagi ilmu dan pengalaman antara tenaga medis Indonesia dan negara-negara mitra.
Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla., selaku Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Latma Pacific Partnership 2026 Wilayah Sibolga–Tapanuli Tengah, mengatakan bahwa kegiatan Medical Outreach Program tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kompetensi tenaga kesehatan daerah melalui berbagai pelatihan dan pertukaran pengetahuan.

Menurutnya, Pacific Partnership merupakan momentum penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan delegasi internasional dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan maupun situasi bencana.

"Melalui kegiatan ini, tenaga kesehatan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para profesional kesehatan internasional, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Letkol Laut (P) Haka Andinantha.

Pacific Partnership merupakan misi kemanusiaan multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang berfokus pada bidang kesehatan, bantuan kemanusiaan, pendidikan, dan penanggulangan bencana. Kehadiran program ini di Sibolga dan Tapanuli Tengah diharapkan mampu memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan medis, serta mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara sahabat.(red)

#TNI
SHARE :
LINK TERKAIT