Pacific Partnership 2026 Resmi Ditutup, Wakapuskes TNI: Kolaborasi Enam Negara Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 resmi ditutup melalui upacara di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, Kamis (30/7/2026) sore. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan kemanusiaan, kesehatan, dan penanggulangan bencana yang berlangsung selama sepuluh hari, sejak 21 hingga 30 Juli 2026.

Keterangan Foto: Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi selaku Inspektur Upacara menutup Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, Kamis (30/7/2026). Penutupan men


Keterangan Foto:
Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi selaku Inspektur Upacara menutup Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, Kamis (30/7/2026). Penutupan menjadi penanda berakhirnya misi kemanusiaan dan latihan multinasional yang melibatkan enam negara.

Sibolga(Target Sumut.com) - Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 resmi ditutup melalui upacara di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, Kamis (30/7/2026) sore. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan kemanusiaan, kesehatan, dan penanggulangan bencana yang berlangsung selama sepuluh hari, sejak 21 hingga 30 Juli 2026.

Mengusung tema "Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response", latihan multinasional tersebut melibatkan enam negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Selama pelaksanaan, berbagai program strategis berhasil diwujudkan, di antaranya pembangunan dan renovasi fasilitas umum, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pertukaran pengetahuan medis (Subject Matter Expert Exchange/SMEE), peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pelatihan kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi bencana, simulasi penanggulangan bencana lintas instansi, pelayanan kesehatan hewan, hingga edukasi bagi masyarakat.

Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi menegaskan, Pacific Partnership 2026 telah membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, krisis kesehatan, dan misi kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikannya usai memimpin upacara penutupan Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, Kamis (30/7/2026).

"Pacific Partnership merupakan wujud nyata diplomasi kemanusiaan. Selama sepuluh hari pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta saling berbagi pengalaman, kemampuan, dan pengetahuan sehingga kapasitas masing-masing negara dalam menghadapi krisis dan bencana semakin meningkat. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan yang lebih kuat, produktif, dan saling menguntungkan," ujar Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi.

Menurutnya, latihan bersama tersebut bukan hanya memperkuat interoperabilitas antarnegara, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan, peningkatan kapasitas tenaga medis, pelatihan penanggulangan bencana, hingga berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Pacific Partnership 2026 mengusung tema "Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response" dengan melibatkan enam negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, berbagai kegiatan berhasil dilaksanakan, mulai dari pembangunan dan renovasi fasilitas umum, pelayanan kesehatan masyarakat, Subject Matter Expert Exchange (SMEE), peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, latihan Hospital Disaster Plan (HDP), simulasi penanggulangan bencana lintas instansi, pelayanan kesehatan hewan, hingga edukasi kepada masyarakat.


Sementara itu, Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andhinanta selaku Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Pacific Partnership 2026 Wilayah Sibolga-Tapanuli Tengah menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan seluruh sasaran latihan berhasil dicapai.

"Keberhasilan Pacific Partnership 2026 merupakan hasil sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, instansi terkait, relawan, hingga delegasi negara-negara sahabat. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kerja sama internasional mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana," kata Letkol Laut (P) Haka Andhinanta.

Ia menambahkan, Pacific Partnership tidak hanya berfokus pada latihan kesehatan dan penanggulangan bencana, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pelestarian lingkungan.

Salah satunya melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan Hutan Mangrove Muara Siput, Desa Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang diikuti seluruh delegasi enam negara dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Menurut Wakapuskes TNI, pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.

"Penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan bencana," jelasnya.

Pada upacara penutupan, Inspektur Upacara secara simbolis melepas tanda peserta latihan serta menyerahkan plakat penghargaan kepada BPBD Kota Sibolga, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sibolga, Basarnas, RSUD Dr. Ferdinand Lumban Tobing Sibolga, dan RSUD Pandan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan selama pelaksanaan Pacific Partnership 2026.

Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan tari persembahan dari Sanggar CDC yang dilanjutkan tari bersama seluruh peserta sebagai simbol persahabatan, kebersamaan, dan eratnya hubungan antarbangsa.

Turut hadir Mission Commander Pacific Partnership 2026 U.S. Navy Captain Robert Reyes, Dansatgas Pacific Partnership 2026 Kolonel Laut (K) dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Wali Kota Sibolga H. Ahmad Syukri Nazry Penarik, Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi, unsur Forkopimda, delegasi enam negara, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.

Keberhasilan penyelenggaraan Pacific Partnership 2026 di Sibolga dan Tapanuli Tengah menjadi bukti bahwa sinergi internasional mampu memperkuat diplomasi kemanusiaan, meningkatkan kapasitas penanganan bencana, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kerja sama yang berkelanjutan.(red)

 

#TNI
SHARE :
LINK TERKAIT